
SAMPIT — Suasana Halaman SMK Muhammadiyah Sampit, Kamis (26/2/2026), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk berbaris rapi sejak sore hari, mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah yang ditutup dengan agenda buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pesantren yang berlangsung selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Februari 2026.
Sejak pukul 14.30 WIB, siswa telah melakukan presensi kehadiran, dilanjutkan dengan shalat Asar berjamaah dan tadarus Al Quran. Tadarus dipimpin oleh M. Amirul Fahmi, siswa kelas XII MP A, yang dengan tartil membimbing rekan-rekannya menyelesaikan bacaan Juz 30. Lantunan ayat suci Al Quran menggema, menghadirkan nuansa khidmat di lingkungan sekolah.
Memasuki sesi pembukaan, acara dipandu oleh Fika Pintiana dari kelas XI DKV selaku pembawa acara. Ia mengatur jalannya kegiatan dengan tertib dan komunikatif. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), para Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta Ketua Komite Sekolah beserta anggota.
Kepala SMK Muhammadiyah Sampit, Drs. Tahlirudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan bagian integral dari Pesantren Ramadhan yang dirancang untuk membentuk karakter religius siswa. “Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ikhtiar sekolah dalam menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, dan kebersamaan di kalangan siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui rangkaian kegiatan seperti tadarus, tausiyah, lomba keagamaan, hingga buka bersama, sekolah berharap peserta didik tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Kotawaringin Timur, Drs. H. Livenur Hasby. Ia mengaku bangga atas perkembangan SMK Muhammadiyah Sampit yang dinilai semakin maju dari tahun ke tahun. “Kami melihat kemajuan yang signifikan. Harapan kami, siswa-siswi terus meningkatkan rasa cinta terhadap sekolah, sekaligus turut mempromosikan sekolah kepada masyarakat luas, khususnya kepada almamater sebelumnya,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut juga diumumkan pemenang lomba Rangking 1 yang menjadi bagian dari rangkaian Pesantren Ramadhan. Untuk kategori putri, Juara diraih Julita Mulyani dari kelas XI DKV, sementara kategori putra dimenangkan M. Hadi Qomarul Basith dari kelas X TKJ. Keduanya mendapatkan apresiasi atas ketekunan dan penguasaan materi keislaman yang diuji selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, panitia membagikan doorprize kepada 24 siswa yang dinilai aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap sesi kegiatan. Dari jumlah tersebut, 13 merupakan siswa putri dan 11 siswa putra. Pembagian hadiah ini disambut antusias oleh para peserta, menjadi motivasi tambahan untuk terus terlibat aktif dalam kegiatan sekolah.
Menjelang waktu berbuka, tausiyah disampaikan oleh Dra. Hj. Siti Hadijah, M.Pd, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kotawaringin Timur. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi yang bertaqwa dan melatih kesabaran. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di bulan ini kita dilatih menahan diri, memperbanyak ibadah, dan memaksimalkan amal kebaikan. Banyak keberkahan yang Allah janjikan bagi mereka yang bersungguh-sungguh,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Selamat Ramadani, S.Pd, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Tepat saat azan Magrib berkumandang, seluruh peserta membatalkan puasa bersama, dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah.
Reporter: Humas