Loader

Artikel

Ramadhan di SMK Muhammadiyah Sampit: Tempa Iman, Khatamkan Al-Qur'an, dan Bagikan 200 Paket Sembako

SAMPIT — Suasana religius mewarnai lingkungan SMK Muhammadiyah Sampit selama sepekan terakhir. Sekolah kejuruan yang bernaung di bawah organisasi Islam Muhammadiyah ini menggelar rangkaian Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah yang memadukan pembinaan spiritual, penguatan akhlak, dan aksi sosial nyata bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, 23–27 Februari 2026, melibatkan seluruh sivitas sekolah—siswa, guru, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai motor penggerak utama program.

Setiap pagi, kegiatan dibuka dengan shalat Dhuha berjamaah dilanjutkan presensi kehadiran dan tadarus Al-Qur'an yang dibimbing langsung oleh guru wali kelas. Pembagian juz dilakukan secara merata dan terstruktur, sehingga dalam rentang lima hari seluruh peserta berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an bersama-sama—sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga sekolah.

Pesantren Ramadhan tidak sekadar menghidupkan ritual ibadah. Materi keislaman yang disajikan dirancang relevan dengan realitas kehidupan remaja masa kini. Pada hari pertama, siswa putra dan putri mendapat pembekalan terpisah mengenai fitrah diri, menjaga aurat, serta kehormatan diri. Hari-hari berikutnya diisi kajian thaharah, fikih bersuci, praktik mandi wajib, diskusi studi kasus seputar dunia remaja, pemutaran film edukatif, hingga refleksi tertulis sebagai sarana pendalaman nilai dan kesadaran moral.

Dimensi sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari program Ramadhan tahun ini. Seluruh siswa dilibatkan dalam penggalangan sembako yang terdiri atas beras, mi instan, sarden, gula, minyak goreng, dan teh. Total lebih dari 200 paket berhasil dihimpun dan didistribusikan kepada warga di lingkungan sekitar sekolah pada hari terakhir kegiatan sebagai wujud konkret kepedulian sosial di bulan suci.

Puncak kegiatan berlangsung meriah pada Kamis sore, 26 Februari 2026, dengan lomba menata hidangan takjil antarkelas, tausiyah menjelang buka puasa, dan buka puasa bersama. Momentum itu menjadi ajang kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan antara guru dan siswa. Usai berbuka, seluruh peserta menunaikan shalat Magrib berjamaah di mushala sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Selamat Ramadani, S.Pd., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan keseimbangan antara kesalehan personal dan kesalehan sosial. "Kami ingin Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga ruang pendidikan karakter yang hidup, membumi, dan berdampak langsung bagi siswa serta lingkungan sekitar," ujarnya.

Melalui Pesantren Ramadhan 1447 H, SMK Muhammadiyah Sampit menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan holistik yang mengintegrasikan nilai keislaman, pembinaan akhlak, dan kepedulian sosial demi membentuk generasi muda yang beriman, berilmu, dan berkemajuan.

 

Reporter: Humas