Loader

Artikel

Siswa SMK Muhammadiyah Sampit Ikuti Penyuluhan Hukum Anti-Narkoba, Tekankan Peran Generasi Muda

SAMPIT — Enam siswa SMK Muhammadiyah Sampit mengikuti kegiatan penyuluhan hukum bertema “Peran Generasi Muda dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba” yang diselenggarakan oleh STIH Habaring Hurung bersama BNNK Kotawaringin Timur, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai itu digelar di ruang kelas atas kampus STIH Habaring Hurung Sampit. Penyuluhan menghadirkan Kepala BNNK Kotawaringin Timur, Muhammad Fadli, sebagai pemateri utama.

Dalam paparannya, Fadli menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi merusak masa depan bangsa.

“Generasi muda harus memiliki kesadaran hukum dan keberanian untuk menolak serta melaporkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” ujarnya di hadapan peserta.

Kegiatan ini dipanitiai oleh Siti Aisyah Niqmadatul dengan penanggung jawab M. Buhi Setiawan. Selain siswa dari berbagai sekolah, penyuluhan juga diikuti mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

Adapun enam siswa SMK Muhammadiyah Sampit yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Muhammad Hadi Qomarul Basith, Habibi Raditya Ramdhan, dan Muhammad Wildy Al Faid dari kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ); Tira Zhila Nurjanaatil dan Purpita Dewi dari kelas X Manajemen Perkantoran (MP); serta Andien Virna Anggraini dari kelas X Layanan Perbankan Syariah (LPS).

Salah satu peserta, Muhammad Hadi Qomarul Basith, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia menyebut materi yang disampaikan tidak hanya membahas bahaya narkoba, tetapi juga langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menangani korban penyalahgunaan.

“Saya sangat senang karena bisa menambah pengetahuan tentang bahaya narkoba dan apa yang sebaiknya dilakukan terhadap orang yang pernah terjerumus. Saya juga jadi mengetahui kondisi sebenarnya di daerah Kotim,” ujar Basith.

Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya edukasi preventif yang terus digencarkan oleh BNNK Kotawaringin Timur bersama institusi pendidikan. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami risiko hukum dan kesehatan akibat narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Partisipasi aktif siswa SMK Muhammadiyah Sampit dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang sadar hukum dan bebas dari narkoba. Upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan pelajar.

Reporter: Humas