Loader

Artikel

BNN Kotawaringin Timur Edukasi Pelajar SMK Muhammadiyah Sampit tentang Bahaya Narkoba

SAMPIT — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus diperkuat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi pelajar di SMK Muhammadiyah Sampit, Jumat (6/2/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.45 WIB ini dilaksanakan di halaman sekolah dan diikuti antusias oleh seluruh siswa.

Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat resmi BNN Kabupaten Kotawaringin Timur tertanggal 4 Februari 2026 tentang pelaksanaan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba. Dalam surat tersebut, BNN Kotim menegaskan komitmennya mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) serta program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai langkah strategis membentengi generasi muda dari ancaman narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini tiga perwakilan BNN Kotim, yakni Ardina, Aulia Fahmi, dan Religiana. Ketiganya secara bergantian memaparkan materi seputar bahaya narkoba, jenis-jenis narkotika yang kerap beredar di lingkungan remaja, serta berbagai modus penyalahgunaan yang saat ini semakin beragam dan terselubung.

Dalam pemaparannya, tim BNN menjelaskan dampak narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan, relasi sosial, dan stabilitas psikologis pelajar. Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan, mulai dari mengenali lingkungan pergaulan, berani mengatakan tidak terhadap ajakan negatif, hingga pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam pengawasan.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Sejumlah siswa aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait fenomena terkini penyalahgunaan narkoba. Salah satu isu yang menarik perhatian adalah informasi mengenai temuan kandungan zat berbahaya yang menyerupai narkoba pada beberapa merek rokok elektrik. Sejumlah siswa mengaku baru mengetahui fakta tersebut dan menyampaikan kekhawatirannya terhadap tren penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja.

Menanggapi hal tersebut, pemateri dari BNN menegaskan bahwa narkoba tidak selalu hadir dalam bentuk konvensional. Modus peredaran kini semakin kompleks, termasuk melalui produk yang tampak “aman” dan populer di kalangan anak muda. Karena itu, pelajar diminta untuk lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh tren.

Dalam sesi penutup, Aulia Fahmi menyampaikan pesan moral kepada para siswa agar menjauhi narkoba dengan memperkuat karakter diri. “Jauhi narkoba, pilih pertemanan yang positif, dan dekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan iman yang kuat dan lingkungan yang baik, kita bisa melindungi diri dari pengaruh buruk,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap sinergi dengan BNN Kotawaringin Timur dapat terus berlanjut. Penyuluhan ini dinilai penting sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kesadaran pelajar agar mampu menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba.

 

Reporter: Humas