Loader

Artikel

SMK Muhammadiyah Sampit Gelar UKK 2026, Libatkan Industri dan Lembaga Sertifikasi

FOTO: Peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah Sampit saat mengikuti UKK 2026

SAMPIT — SMK Muhammadiyah Sampit menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi peserta didik kelas XII pada 9–11 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi penanda akhir proses pembelajaran sekaligus sarana pengukuran capaian kompetensi siswa sesuai standar dunia kerja dan industri.

UKK diikuti oleh 71 peserta dari tiga program keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sebanyak 26 orang, Manajemen Perkantoran (MP) 37 orang, serta Layanan Perbankan Syariah (LPS) delapan orang. Seluruh rangkaian ujian dilaksanakan secara terjadwal dengan melibatkan mitra industri dan lembaga sertifikasi sebagai penguji eksternal.

Untuk program keahlian TKJ, UKK berlangsung selama tiga hari, mencakup satu hari ujian teori dan dua hari praktik. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Mikrotik Academy. Materi teori mengacu pada standar Mikrotik Academy, sementara praktik menggunakan soal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Paket 4. Penguji yang terlibat yakni Aldo Supriatmo, S.Kom., trainer dari Mikrotik Academy, serta Johan Firmansah, S.Kom., sebagai penguji internal sekolah. Model uji ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memahami konsep jaringan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara aplikatif.

Sementara itu, UKK Manajemen Perkantoran digelar selama dua hari pada 9–10 Februari 2026 dengan menggandeng Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Materi yang diujikan meliputi penanganan telepon, korespondensi Indonesia, dan penanganan surat. Pengujian dilakukan oleh Santoso, SM., dan Dewi Furwanti, S.Pd. Fokus penilaian diarahkan pada ketepatan prosedur, kemampuan komunikasi, serta kerapian administrasi yang menjadi kompetensi inti tenaga administrasi perkantoran.

Adapun program keahlian Layanan Perbankan Syariah melaksanakan UKK selama dua hari pada 9–10 Februari 2026 dengan dukungan Bank Syariah Indonesia Cabang Sampit. Materi UKK menggunakan soal Kemendikdasmen Paket 1 yang menitikberatkan pada kesiapan standar pelayanan perbankan syariah, baik untuk posisi customer service maupun teller. Ruang lingkup ujian meliputi pemahaman jenis produk dan layanan, pemrosesan transaksi nasabah, hingga pelaporan administrasi layanan bank syariah. Penguji terdiri atas Tri Meinarti, SHub.Int., dari BSI, serta M. Supian, M.Pd., dan Ayu Oktarizza, S.Pd., sebagai penguji internal.

Kepala sekolah, Drs. Tahlirudin, menegaskan bahwa UKK dirancang sebagai evaluasi komprehensif yang mengukur kompetensi teknis, sikap profesional, dan kesiapan kerja peserta didik. Pelibatan mitra industri dan lembaga sertifikasi diharapkan memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

Reporter : Humas