
FOTO: tampilan layar tes psikologi purna KKRI tahun 2025 yang dilakukan secara daring
SAMPIT — Pelaksanaan Tes IQ/Psikologi purna program Kegiatan Kepemimpinan dan Karakter Remaja Indonesia (KKRI) Tahun 2025 digelar pada Kamis (22/1/2026) secara daring. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB di Laboratorium Komputer SMK Muhammadiyah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Tes tersebut diikuti oleh 19 peserta yang sebelumnya merupakan peserta KKRI dan telah dikirim ke Palangka Raya pada November 2025 lalu. Kegiatan ini menjadi bagian lanjutan dari rangkaian program KKRI yang menitikberatkan pada penguatan aspek kepemimpinan, karakter, dan kesiapan psikologis peserta.
Sejak pagi hari, peserta telah diarahkan untuk memasuki ruang Zoom sebelum pukul 07.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis sekaligus menghindari kendala selama pelaksanaan tes. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan pendampingan langsung dari Januar Ihsan, S.Pd, yang memastikan proses berjalan tertib dan sesuai dengan ketentuan.
Di ruang Zoom, peserta mendapatkan pengarahan awal dari Sertu Anzani dari PSI Bintara Nasional Indonesia. Dalam sesi tersebut, Sertu Anzani menjelaskan tata tertib pelaksanaan tes, mekanisme pengerjaan soal, serta tata cara log in ke sistem ujian. Penjelasan ini dinilai penting mengingat tes dilaksanakan secara daring dan membutuhkan ketelitian teknis dari para peserta.

Foto: 19 siswa SMK Muhammadiyah Sampit saat mengikuti tes psikologi KKRI secara daring
“Peserta diminta untuk mengikuti seluruh instruksi dengan cermat, menjaga kejujuran, serta mematuhi waktu yang telah ditetapkan,” ujar Sertu Anzani dalam pengarahan awalnya. Ia juga menekankan bahwa tes psikologi ini merupakan bagian penting dalam memetakan potensi dan kesiapan mental peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan KKRI sebelumnya.
Tes IQ/Psikologi ini terdiri dari kurang lebih 300 soal yang harus diselesaikan dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Soal-soal tersebut dirancang untuk mengukur berbagai aspek kemampuan kognitif, daya nalar, konsentrasi, serta kondisi psikologis peserta.
Pendamping kegiatan, Januar Ihsan, S.Pd, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan tes berjalan lancar. Dukungan fasilitas laboratorium komputer dan kedisiplinan peserta menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan. “Ini merupakan tahapan penting untuk melihat perkembangan peserta setelah mengikuti KKRI. Hasil tes diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pembinaan lanjutan,” ujarnya.
Pelaksanaan tes ini menegaskan komitmen penyelenggara KKRI dalam memastikan pembinaan peserta dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan berbasis pada evaluasi psikologis yang komprehensif.
Reporter: Humas