
SMK Muhamamdiyah Sampit – Masa pengenalan lingkungan sekolah tidak lagi identik dengan kegiatan seremonial semata. Di SMK Muhammadiyah Sampit, Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Tahun 2026 dikemas menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarat pendidikan karakter. Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, sebanyak puluhan peserta didik baru diajak mengenal sekolah, guru, budaya belajar, hingga nilai-nilai Kemuhammadiyahan melalui berbagai aktivitas yang interaktif.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah sejak pukul 06.30 hingga 15.00 WIB itu dipimpin Ketua Panitia Rahmadaniati, S.Pd dengan Koordinator Acara Siska Safitri, S.Pd. Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, Fortasi juga dirancang untuk membangun rasa percaya diri, memperkuat karakter, serta menumbuhkan semangat kebersamaan sejak hari pertama menjadi keluarga besar SMK Muhammadiyah Sampit.
Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan yang dilanjutkan perkenalan seluruh guru, tenaga kependidikan, dan karyawan sekolah. Setelah itu, peserta mengikuti school tour yang dipandu Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bersama guru pendamping. Mereka diajak mengenal ruang kelas, laboratorium, bengkel praktik, perpustakaan, mushola, hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Muhammadiyah Sampit menyampaikan visi dan misi sekolah sebagai bekal awal bagi peserta didik baru. Kegiatan semakin cair melalui permainan "Mengenal Teman Lebih Dekat" yang dirancang tim acara untuk menciptakan keakraban antarsiswa. Menjelang sore, setiap kelompok berkumpul bersama guru pendamping guna mempersiapkan berbagai lomba yang akan digelar pada akhir Fortasi.
Memasuki hari kedua, suasana religius menjadi pembuka kegiatan. Seluruh peserta melaksanakan salat duha dan tadarus Al-Qur'an secara bersama-sama sebelum menerima materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Selamat Rama Dani, S.Pd. Materi tersebut menjadi pondasi agar siswa memahami identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan Muhammadiyah yang mengedepankan akhlak, ilmu pengetahuan, dan pengabdian.
Peserta juga diperkenalkan dengan organisasi IPM sebagai wadah pengembangan kepemimpinan siswa. Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Irmaniar, S.Pd mengenalkan berbagai fasilitas sekolah yang dapat dimanfaatkan selama proses belajar. Para siswa kemudian diajak mengunjungi bengkel sesuai program keahlian masing-masing agar memperoleh gambaran dunia praktik yang akan mereka jalani. Hari kedua ditutup dengan materi "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" oleh Susanty, S.Pd.
Pada hari ketiga, pembiasaan ibadah tetap menjadi kegiatan pembuka. Selanjutnya, peserta memperoleh materi Budaya Positif di SMK Muhammadiyah Sampit yang kembali disampaikan Selamat Rama Dani, S.Pd. Pendidikan karakter kemudian diperkuat melalui sosialisasi bahaya penyalahgunaan NAPZA oleh Diah Maya Sari, S.Pd. Materi tersebut mengingatkan pentingnya menjaga diri dari berbagai ancaman pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Suasana belajar semakin menarik saat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ayu Oktarizza, S.Pd mengajak peserta memahami konsep pembelajaran yang menyenangkan di SMK Muhammadiyah Sampit. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas memberikan motivasi melalui materi "Menjadi Duta Sekolah", mengajak seluruh siswa menjaga nama baik almamater melalui sikap disiplin, prestasi, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki hari keempat, seluruh peserta mengikuti berbagai perlombaan dan unjuk bakat. Berbagai potensi siswa mulai terlihat, mulai dari kemampuan berbicara di depan umum, kreativitas, hingga kekompakan antarkelompok. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk saling mengenal sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Rangkaian Fortasi ditutup pada Jumat (17/7) melalui senam bersama, pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, sekaligus penutupan resmi kegiatan. Namun, ada satu tradisi sederhana yang justru menjadi kenangan paling berkesan bagi peserta. Setiap hari seluruh siswa melaksanakan salat Zuhur berjamaah di mushola sekolah, dilanjutkan makan siang bersama. Di sela-sela suasana santai itulah mereka berburu tanda tangan para guru, staf, dan karyawan sebagai bagian dari misi Fortasi. Aktivitas sederhana tersebut menghadirkan suasana akrab, mencairkan sekat antara guru dan siswa, sekaligus menjadi langkah awal membangun hubungan yang hangat di lingkungan sekolah.
Reporter: Humas