
SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membuat kegiatan belajar mengajar di SMK Muhammadiyah Sampit dilaksanakan secara Belajar dari Rumah (BDR). Di tengah keterbatasan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tersebut, sekolah berupaya memastikan siswa tetap mengikuti proses pembelajaran melalui evaluasi kehadiran dan penguatan komunikasi antara guru dan peserta didik.
Upaya itu dibahas dalam rapat evaluasi PJJ yang berlangsung di SMK Muhammadiyah Sampit, Senin (19/10/2026), pukul 08.30–12.00 WIB. Rapat dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ayu Oktarizza, dan diikuti para wali kelas serta guru.
Salah satu agenda utama rapat adalah menginventarisasi siswa yang belum mengikuti pembelajaran jarak jauh. Setiap wali kelas dan guru menyampaikan laporan kehadiran siswa secara bergantian. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai partisipasi siswa selama BDR sekaligus mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Evaluasi tersebut menjadi penting karena keberhasilan pembelajaran jarak jauh tidak hanya bergantung pada penyampaian materi oleh guru, tetapi juga pada keterlibatan siswa dan komunikasi yang terjaga antara sekolah dengan peserta didik.
Dalam rapat itu, Ayu meminta para wali kelas lebih aktif memantau kondisi dan perkembangan belajar siswa. Menurut dia, komunikasi menjadi kunci agar hubungan antara guru dan siswa tetap terpelihara meskipun kegiatan belajar tidak berlangsung secara tatap muka.
“Terus jaga komunikasi dengan siswa, karena itu yang bisa membuat kita tetap terhubung dengan siswa selama PJJ,” ujar Ayu.
Ia menekankan, wali kelas memiliki peran strategis dalam memastikan siswa tidak terlepas dari pendampingan sekolah selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Melalui komunikasi yang intensif, guru diharapkan dapat mengetahui kehadiran siswa, memantau keterlibatan mereka dalam pembelajaran, serta menindaklanjuti siswa yang belum mengikuti kegiatan belajar.
Rapat evaluasi ini juga menjadi ruang bagi guru untuk menyampaikan kondisi pelaksanaan PJJ di kelas masing-masing. Laporan tersebut menjadi bahan untuk memetakan persoalan yang muncul selama pembelajaran jarak jauh dan menentukan langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan siswa.
Di tengah situasi kabut asap, sekolah menghadapi tantangan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus memastikan keselamatan warga sekolah. Karena itu, pemantauan kehadiran dan komunikasi aktif menjadi bagian penting dari upaya menjaga agar proses belajar tetap berjalan.