Loader

Artikel

Guru SMK Muhammadiyah Sampit Perkuat Perangkat Ajar Lewat Bimtek Berbasis Asesmen

SAMPIT,  — Upaya meningkatkan mutu pembelajaran terus dilakukan SMK Muhammadiyah Sampit. Senin (5/1/2026), seluruh guru sekolah itu mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perangkat Pembelajaran berbasis Panduan Pembelajaran dan Asesmen yang digelar di Laboratorium Multimedia dan Pembelajaran (Lab. MP).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sistematis sekolah dalam merespons tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang semakin menekankan keterpaduan antara perencanaan, proses, dan asesmen. Bimtek diikuti seluruh guru lintas mata pelajaran, dengan tujuan memperkuat kemampuan mereka dalam menyusun perangkat ajar yang lebih terstruktur, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran peserta didik.

Bimtek dibuka langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ayu Oktarizza, S.Pd, yang juga bertindak sebagai pemateri utama. Kepala sekolah berhalangan hadir karena tengah menjalankan tugas kedinasan di luar kota.

Dalam sambutannya, Ayu menekankan bahwa perangkat pembelajaran bukan sekadar dokumen administratif, melainkan “peta jalan” bagi guru dalam mengarahkan proses belajar siswa. “Guru harus memahami betul hubungan antara capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur, hingga asesmen. Semua itu harus terangkai dalam satu sistem yang utuh,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal resmi, kegiatan dimulai sejak pagi dengan sesi pembukaan dan pengantar kerangka kerja pembelajaran mendalam. Peserta kemudian mendapatkan materi tentang perencanaan pembelajaran dan asesmen, dilanjutkan dengan praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran, mulai dari analisis capaian pembelajaran hingga penyusunan tujuan dan alur pembelajaran .

Pada sesi berikutnya, para guru diajak menyusun program tahunan dan program semester berdasarkan analisis minggu efektif. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa waktu belajar yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan realistis dalam satu tahun ajaran .

Selepas jeda istirahat dan salat, kegiatan berlanjut dengan materi pemanfaatan teknologi digital dalam perencanaan pembelajaran dan asesmen. Guru didorong untuk tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform digital guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Puncak kegiatan ditandai dengan praktik penyusunan Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM) dan perencanaan asesmen. Di sini, guru menyusun rancangan pembelajaran yang tidak hanya mengejar target materi, tetapi juga mendorong siswa berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual .

Reporter Humas