Loader

Artikel

Musyawarah Ranting XI IPM SMK Muhammadiyah Sampit Bahas Arah Kepemimpinan dan Program Organisasi

SAMPIT — Musyawarah Ranting (Musyran) ke-XI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah Sampit digelar pada Rabu (15/4/2025) di Aula SMK Muhammadiyah Sampit. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi forum tertinggi di tingkat ranting untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru periode 2026–2027.

Musyawarah diikuti oleh kader IPM dan berlangsung secara sistematis melalui delapan sidang pleno. Kegiatan ini turut menghadirkan peninjau dari Pimpinan Daerah IPM Kotawaringin Timur, yakni Ketua Bidang Kader, Nabigah Al Mubarok, yang memantau jalannya forum agar tetap sesuai dengan mekanisme organisasi.

Sidang pleno I diawali dengan pembacaan tata tertib musyawarah sebagai pedoman jalannya forum. Selanjutnya pada pleno II, pengurus Pimpinan Ranting IPM SMK Muhammadiyah Sampit periode 2025–2026 menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) sebagai bentuk evaluasi atas program kerja yang telah dilaksanakan selama satu periode kepengurusan.

Suasana musyawarah berlangsung dinamis ketika memasuki pleno III, di mana para calon anggota IPM periode 2026–2027 menyampaikan visi dan misi mereka. Penyampaian gagasan tersebut menjadi momen penting bagi peserta untuk menilai kapasitas dan komitmen para calon dalam memajukan organisasi.

Sebanyak 10 nama ditetapkan sebagai formatur yang akan berperan dalam menentukan struktur kepengurusan selanjutnya. Mereka terdiri atas Muhammad Hadi Qomarul Basith, Tira Zhila Nurjanaatil, Zainatul Patonah, Dony, Nurul Hapizah, Puspita Dewi, Muhammad Raditya Tama Gunawan, Orlando Ramadhan, Faisal Rakafani, dan Andien Virna Anggraini.

Proses berlanjut ke pleno IV dengan agenda pemilihan formatur yang dilakukan secara demokratis. Hasil pemilihan tersebut kemudian ditetapkan dalam pleno V, sebelum dilanjutkan dengan sidang formatur pada pleno VI guna menyusun komposisi kepengurusan secara lebih rinci.

Dalam dinamika organisasi, tiga nama muncul sebagai kandidat kuat yang akan maju dalam Pemilu Raya IPM, yakni Muhammad Hadi Qomarul Basith (X TKJ), Tira Zhila Nurjanaatil (X MP), dan Puspita Dewi (X MP). Ketiganya dinilai memiliki visi kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan organisasi ke depan.

Nabigah Al Mubarok selaku peninjau menyampaikan bahwa pelaksanaan musyawarah telah berjalan sesuai prosedur dan mencerminkan nilai-nilai demokrasi di kalangan pelajar.

“Musyawarah ini menjadi wadah penting bagi kader IPM untuk belajar menyampaikan aspirasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap organisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif dalam berorganisasi, sehingga setiap keputusan yang dihasilkan dapat dijalankan secara bersama-sama.

Memasuki pleno VII, forum menetapkan keputusan induk Musyawarah Ranting sebagai hasil resmi dari seluruh rangkaian sidang. Keputusan tersebut menjadi landasan bagi kepengurusan berikutnya dalam menjalankan roda organisasi IPM di SMK Muhammadiyah Sampit.

Kegiatan kemudian ditutup pada pleno VIII dengan harapan agar seluruh hasil musyawarah dapat diimplementasikan secara optimal. Para peserta diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan dan terus berkontribusi dalam mengembangkan organisasi.

Reporter: Humas